Bekasi — SMK Insan Nasional hadir sebagai SMK berbasis pesantren yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembelajaran kejuruan. Di sekolah ini, santri tidak hanya dibina untuk memahami ilmu agama dan berakhlak mulia, tetapi juga dibekali keahlian dan keterampilan vokasi sebagai bekal masa depan.
Sebagai sekolah yang tumbuh dalam lingkungan pesantren, SMK Insan Nasional menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, serta penguatan karakter dalam kehidupan sehari-hari santri. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan beretika.
Di sisi lain, SMK Insan Nasional tetap fokus pada penguatan kompetensi kejuruan agar santri mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Proses pembelajaran diarahkan pada penguasaan keterampilan praktis, pemecahan masalah, serta kemampuan berpikir logis dan kreatif.
Kepala SMK Insan Nasional, Jaka Samudri, menegaskan bahwa pendidikan pesantren dan keahlian tidak dapat dipisahkan.
“Santri hari ini harus memiliki dua kekuatan sekaligus, yaitu akhlak dan kompetensi. Di SMK Insan Nasional, kami mendidik santri agar kuat dalam agama dan siap menghadapi tantangan kehidupan nyata,” ujarnya.
Lingkungan pesantren memberikan nilai tambah dalam membentuk etos belajar dan etos kerja santri. Kedisiplinan, kebersamaan, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk karakter kuat dan mental mandiri.
Dengan konsep pendidikan tersebut, SMK Insan Nasional menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh sebagai santri yang berilmu, berakhlak, dan memiliki keahlian. Sekolah tidak hanya mencetak lulusan yang paham agama, tetapi juga generasi yang siap berperan aktif dan produktif di tengah masyarakat.
SMK Insan Nasional berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan pesantren vokasi sebagai jawaban atas kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai jati diri utama.




